BANDA ACEH – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Kota Banda Aceh menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pendidikan Inklusi pada Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di lingkungan MIN 4 Banda Aceh. Kegiatan ini mengangkat tema “Menguatkan Layanan Inklusif Melalui ULD dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta untuk Mewujudkan Madrasah Ramah Anak dan Berkarakter”.
Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd., M.Pd., didampingi oleh Kepala Madrasah MIN 4 Banda Aceh, Dr. Dahrina M, S.Ag., MA. Kegiatan ini menghadirkan Pembina Pengawas MIN 4 Banda Aceh, Dr. Juanda, SE., MM., sebagai narasumber utama.
Dalam sambutan pembukaannya, Dr. H. Salman menekankan peran penting guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Beliau menyampaikan bahwa guru merupakan penentu keberhasilan awal dan fondasi pendidikan anak. Menurutnya, guru MI dan madrasah sejenis harus menjadi fondasi utama dalam penanaman karakter, motivasi, serta pengetahuan dasar bagi peserta didik sejak usia dini.
“Guru sangat berperan penting dalam meningkatkan motivasi siswa dan menjadi keberhasilan awal serta fondasi pendidikan. Guru MIN harus menjadi fondasi awal untuk anak dalam penanaman karakter, motivasi, dan pengetahuan awal mereka,” ujar Dr. H. Salman.
Sementara itu, Dr. Juanda dalam pemaparannya membuka sesi bimtek dengan melakukan evaluasi terhadap penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada tahun ajaran sebelumnya. Evaluasi ini menjadi dasar untuk memperkuat implementasi KBC pada tahun ajaran baru 2026/2027.
“KBC harus diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran. Jika integrasi ini berjalan maksimal, maka akan tercipta generasi paripurna yang menjadi wajah masa depan bangsa,” tegas Dr. Juanda.
Dr. Juanda juga menjelaskan pentingnya penguatan layanan inklusif melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) di lingkungan madrasah. Menurutnya, layanan inklusif yang optimal menjadi kunci dalam mewujudkan madrasah yang ramah terhadap seluruh peserta didik tanpa terkecuali, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Kepala Madrasah MIN 4 Banda Aceh, Dr. Dahrina M, dalam sambutannya menyampaikan komitmen madrasah untuk terus mendukung penerapan KBC secara menyeluruh. Beliau berharap seluruh guru dapat mengimplementasikan nilai-nilai kasih sayang dan layanan inklusif dalam setiap proses pembelajaran, sehingga MIN 4 Banda Aceh dapat menjadi madrasah yang benar-benar ramah anak dan berkarakter.
“Kami berkomitmen menjadikan MIN 4 Banda Aceh sebagai madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi rumah kedua yang penuh cinta dan kehangatan bagi seluruh siswa, termasuk mereka yang membutuhkan layanan khusus,” ujar Dr. Dahrina M.
Kegiatan bimtek ini diikuti oleh seluruh dewan guru MIN 4 Banda Aceh dengan penuh antusias. Para peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait tantangan serta strategi dalam menerapkan KBC dan layanan inklusif di kelas masing-masing.
Dengan terselenggaranya bimtek ini, MIN 4 Banda Aceh semakin siap menyongsong tahun ajaran baru 2026/2027 dengan penguatan kurikulum yang berlandaskan cinta dan layanan pendidikan yang inklusif bagi seluruh peserta didik.





